My Love for You Is Fake

← Kembali ke Info
Episode 1

Just Pretend

Malam itu, di bawah temaram lampu aula yang dipenuhi kelopak bunga mawar ungu, udara terasa begitu dingin. Suara detak jam dinding seolah menghitung mundur runtuhnya pertahanan terakhir di antara mereka berdua.
Kev (Suara rendah, dingin namun bergetar)
"Lalu... apa artinya semua air mata ini? Apakah ini bagian dari skenario yang sudah kauhafal di luar kepala?"
Gadis itu—dengan gaun putih berlapis renda yang ternoda kebohongan—menunduk. Jemarinya mencengkeram erat secarik kertas kecil yang baru saja ia tulis dengan tangan gemetar.
Elena
"Jangan mendekat... Kumohon. Biarkan permainan ini tetap berjalan sampai akhir babak."
Kev
"Permainan?" (Ia melangkah maju, tatapannya mengunci manik mata Elena yang basah) "Sejak kapan sebuah kebohongan terasa begitu menyesakkan di dada?"
"I lied to you. But... was it all a lie to myself?"
Kertas kecil di tangan Elena terangkat pelan, memperlihatkan tulisan tangan yang mencoreng seluruh logika mereka:
"Just pretend."

Namun di balik kepura-puraan itu, ada degup jantung yang tidak bisa dibohongi lagi. Babak baru dari dusta yang manis resmi dimulai.